Tuesday, January 3, 2012

SEJARAH LA LAKERS



Los Angeles Lakers adalah sebuah tim basket NBA yang berbasis di Los Angeles, California. Lakers memainkan gim kandang mereka di Staples Center, arena yang juga menjadi kandang salah satu saingan mereka di NBA, Los Angeles Clippers dan juga tim WNBA, Los Angeles Sparks. Lakers adalah tim pemegang gelar juara NBA saat ini setelah pada partai final terakhir mengalahkan Orlando Magic dengan kedudukan akhir 4-1.
Lakers berdiri pertama kali pada tahun 1946 di Detroit, Michigan sebelum pindah ke Minneapolis. Di Minneapolis inilah tim Lakers mendapatkan namanya sesuai dengan julukan negara bagian tersebut “Land of 10.000 Lakes” [tanah 10.000 danau]. Jadi secara harafiah, Lakers berarti orang-orang danau [lake = danau, bahasa inggris]. Lakers memenangkan lima gelar juara sebelum pindah ke Los Angeles pada musim 1960-61. Lakers sempat tampil delapan kali pada partai final NBA sepanjang dekade 60-an namun semuanya berakhir dengan kekalahan walaupun memiliki pemain-pemain legendaris seperti Jerry West dan Elgin Baylor. Perlu diketahui bahwa siluet tubuh Jerry West saat mendribble bola inilah yang sampai sekarang digunakan sebagai logo NBA.
Pada tahun 1972, Lakers memenangkan gelar keenam mereka di bawah asuhan coach Bill Sharman. Popularitas Lakers menjulang sepanjang dekade 1980-an saat mereka berhasil meraih lima gelar juara dalam waktu sembilan tahun di bawah sepak terjang Magic Johnson, Kareem Abdul-Jabbar, James Worthy dan coach Pat Riley, pemilik rekor kemenangan pertandingan reguler dan playoff serta jumlah pertandingan playoff terbanyak sepanjang masa bagi franchise tersebut. Dua di antara lima gelar tersebut diraih dengan mengalahkan musuh bebuyutan Boston Celtics.
Dengan bantuan Shaquille O’Neal, Kobe Bryant, dan coach legendaris, Phil Jackson, Lakers tampil dalam enam dari 10 partai final NBA pada dekade 2000-an, dan memenangkan tiga di antaranya secara beruntun dari tahun 2000 hingga 2002. Kekalahan diderita pada tahun 2004 dan 2008. Pada tahun 2009, Lakers mengalahkan Orlando Magic 4-1 untuk memenangkan gelar ke-15.
Lakers memegang rekor jumlah kemenangan terbanyak sepanjang masa di NBA [hingga akhir musim 2008-09] sebanyak 2.970, persentase kemenangan terbesar [61.7%], penampilan final NBA terbanyak [30 kali], dan berada di urutan kedua pengumpul gelar NBA terbanyak [15 NBA + 1 NBL] di belakang Boston Celtics yang telah mengumpulkan 17 gelar juara. Lakers juga memegang rekor untuk kemenangan beruntun terbanyak sepanjang masa dengan 33 kali kemenangan berturut-turut pada musim 1971-72.
Terhitung 14 pemain yang masuk dalam daftar HALL OF FAME telah bermain bagi Lakers, sementara empat coach HALL OF FAME juga pernah melatih Lakers, mereka adalah: John Kundla, Bill Sharman, Pat Riley, dan Phil Jackson. Empat pemain Lakers [Kareem Abdul-Jabbar, Magic Johnson, Shaquille O'Neal dan Kobe Bryant] telah memenangkan penghargaan NBA Most Valuable Player [MVP] yang secara total berjumlah delapan.
SEJARAH LAKERS
1946–1959: Awal dan Dinasti Minneapolis
Lakers didirikan pada tahun 1946 saat Ben Berger dan Morris Chalfen membeli tim Detroit Gems yang bermain di kompetisi National Basketball League [NBL] seharaga $15.000. Tim ini dipindahkan ke Minneapolis pada musim 1947. Lakers yang telah memiliki tim yang solid dengan pemain seperti Jim Pollard dan pengatur permainan, Herm Schaefer, menambahkan seorang pemain center George Mikan, yang dengan cepat menjadi seorang pemain paling dominan.
Pada musim 1951-52 Lakers mengalahkan New York Knicks pada partai final NBA dalam tujuh gim. Pada musim 1952-53, Lakers kembali berjumpa di partai final melawan tim yang sama dan kembali menang untuk meraih gelar keduanya berturut-turut. Pada musim 1953-54, bintang Lakers, George Mikan, menderita cedera lutut yang mengganggunya sepanjang musim namun ia masih mampu mencetak rata-rata 18 ppg. Clyde Lovellette yang didraft pada tahun 1952 berhasil membantu tim memenangkan Western Division. Lakers kembali menjadi juara pada musim itu setelah mengalahkan Syracuse Nationals dalam tujuh gim dan merengkuh gelar ketiga mereka secara beruntun pada dekade 50-an. Setelah Mikan pensiun pada musim panas 1954, Lakers mengalami masa surut dan tak pernah menjuarai NBA sepanjang sisa dekade tersebut.
1959–1974: Perpindahan ke Los Angeles dan terbangunnya rivalitas dengan Celtics
Pada tahun terakhir di Minneapolis, Lakers mengukir rekor 25-50 dan mendapatkan hak pilih draft kedua pada tahun 1960. Lakers mengambil Jerry West dari West Virginia University. Pada masa jeda musim 1960, Lakers menjadi tim Pantai Barat NBA pertama setelah pemilik mereka, Bob Short, memutuskan untuk memindahkan tim ke Los Angeles. Walaupun tim itu beranggotakan para pemain hebat seperti Elgin Baylor, Jerry West, dan Gail Goodrich, jumlah penonton merosot secara drastis selama lima tahun pertama mereka di Los Angeles. Lakers juga mengalami kekalahan empat kali di final NBA dalam lima musim terhadap Boston Celtics. Pada tahun 1967, setelah bermain tujuh musim di Memorial Sports Arena, Los Angeles Lakers memindahkan kandang mereka ke arena baru bernama The Forum. Tapi kekalahan di final NBA tetap mendera mereka saat lagi-lagi harus menderita kalah dari Boston Celtics pada partai final 1968 tersebut.
Jerry West membawa Lakers tampil sembilan kali di partai final NBA sepanjang dekade 60-an dan 70-an.
Pada tanggal 9 Juli 1968, Lakers mendapatkan Wilt Chamberlain dari Philadelphia 76ers melalui sebuah transaksi pertukaran pemain. Lakers kembali bertemu dengan Celtics pada partai final NBA 1969, dan untuk pertama kalinya Lakers mendapatkan home court advantage sepanjang sejarah pertemuan mereka di final melawan Celtics. Namun itu tidak berarti banyak saat mereka kembali kalah dalam tujuh gim. Jerry West menjadi pemain pertama yang dianugerahi gelar final MVP sekaligus orang pertama dan terakhir dari tim yang kalah untuk menerima penghargaan serupa.
Pada tahun 1970, Lakers kembali tampil pada partai final NBA dan untuk pertama kalinya mereka tidak harus menghadapi Celtics; tapi mereka akhirnya kalah dalam 3-4 atas New York Knicks. Musim berikutnya mereka menderita kekalahan di final conference melawan Milwaukee Bucks yang dipimpin oleh Lew Alcindor yang nantinya akan lebih dikenal dengan nama Kareem Abdul-Jabbar
Pada musim 1971-72, pemilik Lakers, Jack Kent Cooke, menyewa Bill Sharman untuk menjadi coach yang baru dan Elgin Baylor memutuskan untuk pensiun di awal musim. Tapi tim itu justru mampu memenangkan 14 gim berturut-turut sepanjang bulan November dan 16 gim beruntun pada bulan Desember. Lakers menambah tiga kemenangan setelah pergantian tahun sebelum dihentikan oleh Milwaukee Bucks dengan angka 120-104. Dengan mencetak rekor kemenangan 33 kali beruntun, Lakers menjadi tim olah raga profesional Amerika pertama yang memiliki rekor kemenangan beruntun terpanjang sepanjang sejarah. Tim itu juga mencetak rekor 69 kemenangan musim reguler, kedua terbaik setelah Chicago Bulls mencetak 72 kemenangan pada musim 1995-96. Wilt Chamberlain mencetak rekor peraihan angka terendah selama kariernya pada musim itu [14.8 ppg] tapi ia memimpin pada daftar peraihan rebound [19.2 ppg] sementara Jerry West memimpin pada daftar peraihan assist [9.7 apg] dan mencetak lebih dari 25 ppg. Pada akhir musim itu, Bill Sharman dinobatkan sebagai coach of the year. Lakers akhirnya melaju ke final dan berhasil membalaskan dendam mereka atas New York Knicks dalam lima gim, dan membawa gelar NBA pertama ke Los Angeles.
Pada musim 1972-73, Lakers masih mampu memenangkan divisi Pacific dengan 60 kemenangan gim reguler. Lakers melaju ke final dan kembali bertemu New York Knicks pada partai final, kali ini Knicks berhasil mengalahkan mereka dalam lima gim setelah Lakers menang dengan tiga angka pada gim pertama. Wilt Chamberlain pensiun pada akhir musim, sementara pada musim berikutnya Lakers mengalami kehilangan besar setelah Jerry West hanya mampu bermain dalam 31 pertandingan. Gail Goodrich yang mencetak 25.5 ppg pada musim itu menolong tim bangkit di akhir musim, mereka melaju sampai ke semifinal wilayah namun hanya mampu memetik satu kemenangan atas Milwaukee Bucks. Pada akhir musim, Jerry West pensiun setelah 14 tahun bermain di NBA.

No comments:

Post a Comment